Pemkab Garut Luncurkan PESONA Perikanan, Dorong Usaha Perikanan dan Konsumsi Ikan
WartaCuan.com - Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program PESONA Perikanan untuk memperkuat usaha sektor perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal. Program yang diinisiasi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut ini mengedepankan pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran PESONA Perikanan dilaksanakan bersamaan dengan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Tahun 2026 di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Bayongbong, Kabupaten Garut, Selasa (3/11/2026).
Melalui program ini, pelaku usaha perikanan, terutama kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, didorong menghasilkan produk yang berkualitas, aman dikonsumsi, inovatif, serta mampu bersaing di pasar. Pengembangan kapasitas dilakukan melalui pelatihan pengolahan dan pengawetan ikan, penerapan teknologi pengalengan dan retort, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut berharap PESONA Perikanan dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan usaha di sektor perikanan. Peningkatan nilai tambah hasil perikanan diharapkan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi nelayan, pembudidaya ikan, kelompok pengolah, serta berbagai pelaku usaha dalam rantai bisnis perikanan.
Potensi pasar produk perikanan, baik dalam bentuk segar maupun olahan, dinilai masih terbuka luas. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, inovasi produk, penguatan organisasi usaha, dan perluasan jaringan pemasaran menjadi langkah penting agar produk lokal Garut semakin dikenal dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Konsumsi Ikan Masyarakat Garut Masih di Bawah Rata-Rata Nasional
Selain memperkuat sektor usaha, Pemkab Garut juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan melalui kampanye Gemarikan 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini merupakan faktor penting dalam membentuk generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Ikan memiliki kandungan protein berkualitas, omega-3, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak.
Bupati juga mengungkapkan bahwa konsumsi ikan masyarakat Garut masih perlu ditingkatkan. Pada 2025, angka konsumsi ikan tercatat sebesar 14,95 kilogram per kapita per tahun.
Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata konsumsi ikan di Jawa Barat yang mencapai 20,1 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, angka konsumsi ikan nasional berada pada level 26,08 kilogram per kapita per tahun.
Perbedaan angka tersebut menjadi salah satu dasar perlunya edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan. Masyarakat diharapkan semakin memahami manfaat ikan sebagai sumber pangan bergizi yang dapat mendukung kesehatan seluruh anggota keluarga.
Libatkan 150 Siswa dalam Kampanye Gemarikan 2026
Kampanye Gemarikan tahun ini turut melibatkan 150 siswa Madrasah Ibtidaiyah Namiatusibyan. Para peserta mendapatkan edukasi dengan tema "Ikan bagi Pertumbuhan dan Kecerdasan".
Materi yang disampaikan mencakup kandungan nutrisi ikan, manfaatnya bagi kesehatan dan perkembangan anak, serta pentingnya membangun kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini.
Untuk membuat kegiatan lebih menarik dan mudah dipahami, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah aktivitas pendukung. Rangkaian acara tersebut meliputi Senam Gemarikan, pembagian paket olahan ikan, serta kuis edukatif bagi para siswa.
Edukasi sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk pola konsumsi pangan bergizi yang berkelanjutan. Dengan mengenalkan manfaat ikan kepada anak-anak, kebiasaan mengonsumsi sumber protein tersebut diharapkan dapat diterapkan pula dalam lingkungan keluarga.
Konsumsi Ikan Berperan dalam Pencegahan Masalah Gizi dan Stunting
Peningkatan konsumsi ikan juga berkaitan dengan upaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Kecukupan protein dan berbagai zat gizi memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan fisik maupun kemampuan kognitif anak. Perhatian terhadap pemenuhan nutrisi menjadi semakin penting selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak.
Pemenuhan kebutuhan gizi pada periode tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah berbagai persoalan gizi, termasuk stunting.
Karena itu, kampanye konsumsi ikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah konsumsi pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya makanan bergizi bagi generasi mendatang.
PESONA Perikanan dan Gemarikan Didorong Berjalan Berkelanjutan
Melalui PESONA Perikanan dan Gemarikan, Pemkab Garut berupaya mengintegrasikan penguatan ekonomi sektor perikanan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Pengembangan usaha diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan. Pada saat bersamaan, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap produk ikan yang aman, sehat, bergizi, dan beragam.
Keberlanjutan PESONA Perikanan juga membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, nelayan, pembudidaya ikan, kelompok pengolah dan pemasar, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, serta mitra usaha diharapkan dapat berkolaborasi dalam mengembangkan sektor tersebut.
Sementara itu, gerakan Gemarikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kampanye, tetapi berkembang menjadi kebiasaan mengonsumsi ikan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat.
Kedua program tersebut diharapkan mampu memperkuat peran sektor perikanan Kabupaten Garut. Tidak hanya sebagai sumber penghasilan dan penggerak ekonomi lokal, sektor ini juga diharapkan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
