Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Teknologi
Teknologi

Google Investasi Rp 271 Triliun di Malaysia untuk Bangun Data Center, Bagaimana dengan Indonesia?

✍️ Fajar Hidayat 🕒 05 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Ilustrasi Google Cloud. KPK menyelidiki dugaan kasus korupsi pengadaan Google Cloud di lingkungan Kemendikbudristek.
Ilustrasi Google Cloud. KPK menyelidiki dugaan kasus korupsi pengadaan Google Cloud di lingkungan Kemendikbudristek. Foto: Kompas.com/Wahyunanda Kusuma

WartaCuan.com - Google mengumumkan investasi senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 271,24 triliun di Malaysia untuk memperluas infrastruktur pusat data dan memenuhi kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat. Investasi yang direncanakan berlangsung pada 2027 hingga 2028 tersebut mencakup pembangunan kompleks data center di Selangor dan Negeri Sembilan, beserta infrastruktur pendukungnya.

Pengumuman tersebut disampaikan Google melalui laman resminya pada Rabu (4/11/2026). Pembangunan fasilitas baru ini akan melengkapi kompleks pusat data pertama Google di Elmina Business Park, Selangor, yang saat ini telah beroperasi.

Komitmen terbaru tersebut sekaligus menambah investasi Google di Malaysia. Sebelumnya, perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat, itu telah mengumumkan penanaman modal sebesar 2 miliar dollar AS pada 2024.

Ekspansi ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan terhadap kapasitas komputasi untuk mendukung berbagai layanan digital, terutama teknologi AI yang membutuhkan infrastruktur pemrosesan data dalam jumlah besar.

Malaysia Jadi Salah Satu Pusat Pertumbuhan Data Center Asia Tenggara

Investasi Google semakin memperkuat posisi Malaysia sebagai salah satu tujuan utama pengembangan pusat data di Asia Tenggara. Berdasarkan data perusahaan intelijen pasar DC Byte, Malaysia menguasai lebih dari separuh kapasitas data center yang sedang dalam tahap pembangunan di kawasan ini.

Cakupan pasar tersebut meliputi sejumlah negara, seperti Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Pembangunan fasilitas Google diperkirakan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi Malaysia. Selama periode konstruksi, proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan tambahan rata-rata 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,89 triliun per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diperkirakan membuka peluang bagi lebih dari 37.000 tenaga kerja lokal setiap tahun selama proses pembangunan berlangsung.

Setelah kompleks data center mulai beroperasi, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menopang lebih dari 9.000 pekerjaan lokal setiap tahun. Google juga memperkirakan rata-rata gaji untuk pekerjaan tersebut berada 45 persen di atas median upah nasional Malaysia.

Google Tambah Kapasitas Energi Bersih hingga 1 Gigawatt

Selain pembangunan infrastruktur digital, Google turut menyampaikan komitmennya terhadap penyediaan energi dan pengelolaan sumber daya untuk mendukung operasional pusat data di Malaysia.

Perusahaan berencana menambahkan kapasitas energi bersih lebih dari 1 gigawatt ke jaringan listrik nasional Malaysia. Google juga menegaskan akan menanggung seluruh biaya listrik yang digunakan oleh fasilitas pusat datanya, termasuk biaya infrastruktur langsung yang diperlukan untuk menghubungkan kompleks tersebut dengan jaringan listrik.

Dalam hal efisiensi energi, Google menetapkan target Power Usage Effectiveness (PUE) untuk kompleks pusat datanya di Malaysia pada kisaran 1,12 hingga 1,14.

PUE merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi konsumsi energi sebuah pusat data. Nilai yang semakin mendekati angka 1 menunjukkan penggunaan energi tambahan yang semakin kecil di luar kebutuhan utama perangkat komputasi.

Pengelolaan sumber daya air juga menjadi perhatian dalam proyek tersebut. Google menyatakan akan mengambil langkah untuk memperkuat ketahanan pasokan air lokal, mengingat pusat data membutuhkan air sebagai salah satu komponen dalam sistem pendinginan perangkat komputasi.

Investasi Google Juga Menjangkau Pengembangan SDM Digital

Ekspansi Google di Malaysia tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik. Perusahaan tersebut juga menyiapkan empat program baru untuk memperluas keterampilan digital masyarakat.

Keempat program itu ditargetkan menjangkau sekitar 800.000 warga Malaysia dalam lima tahun mendatang. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja digital.

Informasi mengenai investasi dan berbagai komitmen Google tersebut dihimpun KompasTekno dari AFP.

Google Lebih Dulu Bangun Infrastruktur Cloud di Indonesia

Di Indonesia, Google telah mengembangkan infrastruktur komputasi awan melalui layanan Google Cloud. Perusahaan tersebut secara resmi membuka Google Cloud Region Jakarta pada 24 Juni 2020.

Fasilitas ini menjadi region cloud pertama Google di Indonesia dan merupakan region kesembilan perusahaan tersebut di kawasan Asia Pasifik (APAC) pada saat peresmian.

Kehadiran pusat infrastruktur cloud di Jakarta memungkinkan perusahaan dan organisasi di Indonesia mengakses layanan komputasi awan dengan latensi lebih rendah. Hal ini dimungkinkan karena pemrosesan data dapat dilakukan melalui infrastruktur Google yang berada di dalam negeri tanpa harus terlebih dahulu mengirimkan data ke server di negara lain.

Keunggulan tersebut terutama bermanfaat bagi aplikasi dan layanan digital yang membutuhkan pemrosesan informasi secara cepat atau real-time.

Pengembangan infrastruktur Google Cloud di Indonesia berlanjut pada Mei 2025. Saat itu, Google Cloud mengumumkan perluasan kapasitas komputasi di Jakarta Cloud Region untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan organisasi dalam memanfaatkan layanan AI berbasis cloud.

Meski tidak mengungkapkan secara terperinci nilai investasi pusat datanya di Indonesia, Google menyebut Jakarta Cloud Region telah memberikan kontribusi sebesar Rp 900 triliun terhadap perekonomian nasional selama lima tahun pertama operasional.

Infrastruktur tersebut juga diklaim telah mendukung rata-rata hampir 92.000 lapangan kerja setiap tahun.

Untuk lima tahun berikutnya, Google memproyeksikan kontribusi ekonomi Jakarta Cloud Region dapat meningkat menjadi Rp 1.400 triliun. Jumlah pekerjaan yang didukung fasilitas tersebut juga diperkirakan mencapai rata-rata hampir 240.000 lapangan kerja per tahun.

Perkembangan investasi Google di Malaysia dan Indonesia memperlihatkan besarnya kebutuhan infrastruktur digital di Asia Tenggara. Di tengah pertumbuhan teknologi AI dan komputasi awan, pembangunan pusat data menjadi salah satu elemen penting untuk menopang aktivitas ekonomi digital, kebutuhan bisnis, serta transformasi teknologi di kawasan.

FH
Fajar HidayatRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update