Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Pramono Buka Kolaborasi dengan East Ventures
WartaCuan.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Ibu Kota. Hingga Januari–September 2026, realisasi investasi Jakarta tercatat mencapai Rp249,3 triliun, dengan kontribusi sekitar 16,2% terhadap total investasi nasional.
Peluang kolaborasi tersebut disampaikan Pramono dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).
Pramono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperluas jejaring investasi sekaligus mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perusahaan rintisan (startup).
Ia menilai East Ventures berpotensi memperkuat ekosistem usaha melalui akses permodalan, teknologi, dan jaringan bisnis global. Dukungan itu diharapkan dapat menjangkau perusahaan rintisan, talenta digital, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta.
"Termasuk talenta-talenta yang ada, termasuk kemudian pengembangan UMKM. Dan Jakarta sebagai kota yang sangat terbuka untuk investasi di bidang tersebut, tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures," tuturnya.
Menurut Pramono, keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan Jakarta. Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 20 kota global teratas pada 2045.
Kegiatan internasional turut menggerakkan ekonomi Jakarta
Selain investasi di bidang teknologi dan perusahaan rintisan, Pramono menyoroti potensi kegiatan berskala internasional dalam mendorong aktivitas ekonomi Ibu Kota.
Konser musik, festival, hingga kompetisi olahraga dinilai dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor, seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM.
"Jakarta sebagai episentrum dari berbagai konser atau venue di Indonesia, kami di bukan hanya Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara, kami sangat berharap bahwa mudah-mudahan kerja sama dengan East Ventures ini bisa dilakukan dengan baik-baik," ucapnya.
Sementara itu, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Wilson Cuaca mengatakan, kegiatan tahunan tersebut menjadi kesempatan bagi investor untuk berkunjung sekaligus mengenal sejarah dan perkembangan Jakarta.
Menurut Wilson, Jakarta memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional karena menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan, sekaligus salah satu kawasan metropolitan terbesar di Indonesia.
"Jadi sebenarnya bagaimana juga Indonesia khususnya Jakarta itu kan benar-benar pusat dari kebudayaan, perdagangan, dan salah satu metropolitan yang paling besar," tuturnya.
Wilson menambahkan, penyelenggaraan kegiatan yang dapat menggerakkan perekonomian membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Karena itu, sinergi antara pelaku usaha dan Pemprov DKI Jakarta diperlukan agar lebih banyak aktivitas ekonomi dapat berlangsung di Ibu Kota.
Ia menyebut kegiatan tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan devisa.
"Maka itu akan memberikan banyak lapangan kerja, membuka banyak lapangan kerja, memberikan lebih banyak devisa, hal-hal ini tidak bisa terjadi kalau tidak ada bantuan dari Pemprov sebenarnya. Jadi harus kerja sama yang baik dengan government lokal," jelasnya.
