Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Daerah
Daerah

Inflasi Oktober 2026: Papua Selatan Tertinggi, Gorontalo Deflasi Paling Dalam

✍️ Fajar Hidayat 🕒 03 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Logo BPS
Logo BPS Foto: bps.go.id

WartaCuan.com - Papua Selatan menjadi provinsi dengan inflasi bulanan tertinggi di Indonesia pada Oktober 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah tersebut mencapai 1,12 persen secara bulanan atau month to month (MtM).

Secara nasional, perkembangan harga menunjukkan kondisi yang bervariasi. Sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi, sementara lima provinsi lainnya mencatat deflasi. Gorontalo menjadi daerah dengan deflasi terdalam, yakni sebesar 0,67 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, perbedaan pergerakan harga tersebut terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

"Secara bulanan atau month-to-month, 33 provinsi mengalami inflasi dan 5 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Selatan yaitu sebesar 1,12% sedangkan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yaitu sebesar 0,67%" ujar Ateng dalam pemaparan di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Perbedaan tingkat inflasi dan deflasi antardaerah mencerminkan kondisi pasokan serta pola konsumsi masyarakat yang tidak sama di setiap wilayah.

Perkembangan inflasi di berbagai wilayah

Di Pulau Sumatra, Sumatra Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,86 persen MtM. Sementara itu, Kepulauan Bangka Belitung mengalami deflasi terdalam di kawasan tersebut dengan angka 0,41 persen.

Seluruh provinsi di Pulau Jawa mengalami inflasi selama Oktober 2026. DI Yogyakarta mencatat kenaikan harga tertinggi sebesar 0,27 persen, sedangkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan inflasi terendah, yakni 0,07 persen.

Di Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 0,68 persen MtM.

Untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Bali mencatat inflasi sebesar 0,25 persen. Sebaliknya, Nusa Tenggara Barat mengalami deflasi sebesar 0,56 persen.

Di Sulawesi, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan sama-sama mencatat inflasi tertinggi di kawasan tersebut, masing-masing sebesar 0,57 persen. Gorontalo mencatat deflasi terdalam, yakni 0,67 persen, sekaligus menjadi yang terdalam secara nasional.

Sementara itu, di kawasan Maluku dan Papua, Papua Selatan mencatat inflasi tertinggi secara nasional. Maluku menjadi provinsi dengan inflasi terendah di kawasan tersebut, yaitu 0,23 persen MtM.

Stabilitas pasokan menjadi perhatian

Perbedaan pergerakan harga antardaerah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga nasional.

Penguatan distribusi dan ketersediaan bahan pokok diharapkan dapat membantu mengantisipasi gejolak pasokan yang berpotensi meningkatkan tekanan harga di berbagai wilayah.

FH
Fajar HidayatRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update