Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen, Kemenkeu Pastikan Kondisi Nasional Sehat
Wartacuan.com - Perekonomian Indonesia dinilai berada dalam kondisi yang sangat sehat dan berdaya tahan tinggi setelah berhasil mencatatkan pertumbuhan konsisten di atas 5 persen sepanjang dua kuartal pertama.
Capaian positif ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Herman Saheruddin, dalam gelaran Lampung Financial Festival 2026.
Menurut Herman, tren pertumbuhan positif merupakan tolok ukur utama dari kesehatan ekonomi suatu negara karena berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelaku usaha.
"Saat ini, ekonomi kita berjalan dengan baik. Mungkin saya kutip, ekonomi yang baik itu, seperti apa? Ya, ekonomi yang bertumbuh. Kalau enggak tumbuh, namanya apa? Ya, stunting gitu ya," kata Herman.
Anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut membeberkan bahwa laju perekonomian nasional terus bergerak di zona positif. Pada kuartal pertama, ekonomi Indonesia mampu melonjak hingga 5,6 persen, kemudian disusul kinerja kuartal kedua yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen.
"Ekonomi di dua kuartal kemarin, tumbuh lebih dari 5 persen, gitu ya," ujarnya.
Guna mempermudah pemahaman publik, Herman menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5 persen pada dasarnya mencerminkan peningkatan nilai ekonomis atau daya beli yang dirasakan oleh masyarakat secara riil.
"Kalau teman-teman punya uang Rp100 atau Rp1.000, gampangnya ya, nilai uangnya nambah 5 persen dalam setahun," katanya.
Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan menjaga pertumbuhan di atas 5 persen bukanlah hal yang kebetulan, melainkan bukti tangguhnya fondasi ekonomi nasional. Ketahanan ini teruji dari kemampuan Indonesia melewati dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari dampak pandemi Covid-19 hingga gejolak geopolitik dunia.
"Ekonomi kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen dalam dua dekade terakhir. Tidak terpengaruh global, dan pandemi di beberapa tahun lalu," tegasnya.
Lebih lanjut, stabilitas dan ketahanan ekonomi tersebut merupakan buah dari sinergi yang solid antara pemerintah, regulator, pelaku industri keuangan, dan seluruh lapisan masyarakat. Di tingkat regulator, kolaborasi terjalin rapat melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan empat lembaga kunci: Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Keempat lembaga itu tergabung dalam sebuah komite, namanya Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK. Peran mereka yang membuat ekonomi stabil," jelas Herman.
Masing-masing lembaga dalam KSSK menjalankan mandat spesifik yang saling melengkapi. Kementerian Keuangan sendiri memegang peran vital dalam pengelolaan keuangan negara guna mendorong pembangunan berkelanjutan serta menggairahkan aktivitas ekonomi nasional.
