TSMC Proyeksikan Pendapatan US$54,3 Miliar, Saham Teknologi Global Tetap Anjlok
WartaCuan.com - Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mengumumkan proyeksi pendapatan kuartal Desember sebesar US$54,3 miliar (sekitar Rp979,84 triliun), jauh di atas perkiraan pasar. Meski begitu, kabar tersebut tidak cukup menenangkan investor yang makin cemas soal daya tahan ekspansi kecerdasan buatan (AI) global, sehingga saham-saham teknologi dunia tetap merosot tajam.
Dengan target itu, pendapatan TSMC pada 2026 diperkirakan naik sekitar 44% dalam denominasi dolar AS. Proyeksi tersebut menyusul lonjakan laba 69% pada periode Juli hingga September yang juga melampaui ekspektasi analis.
Namun, sentimen positif dari TSMC tak mampu membendung tekanan di pasar. Aksi jual saham-saham AI terus berlanjut hingga sesi perdagangan di Eropa, menandakan kekhawatiran investor belum surut.
Sebagai produsen chip utama bagi Nvidia Corp., TSMC pada Kamis kembali menegaskan keyakinannya bahwa permintaan AI tetap kuat seiring perkembangan teknologi tersebut dan perubahan ekonomi global. CEO C. C. Wei menyatakan perusahaan terbesar di Taiwan itu masih menjalankan ekspansi secara hati-hati. TSMC tengah menjajaki lokasi pabrik baru di Texas dan membahas peluang kerja sama dengan usaha pembuatan chip Terafab milik Elon Musk.
Di tengah situasi tersebut, analis menilai hasil TSMC belum cukup untuk menjamin stabilitas sektor teknologi. “Hasil TSMC merupakan sinyal kepercayaan yang sangat dibutuhkan terhadap prospek permintaan AI, tetapi saya tidak akan menyebutnya sebagai sinyal aman bagi sektor ini,” kata Charu Chanana, kepala strategi investasi di Saxo Markets.
