Prabowo Minta Pembinaan Atlet Dimulai Sejak SD untuk Tingkatkan Prestasi Indonesia
WartaCuan.com - Presiden Prabowo Subianto meminta sistem pembinaan atlet nasional diperkuat secara terarah dan berkelanjutan, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Langkah tersebut diarahkan untuk membangun fondasi olahraga sejak usia dini dan meningkatkan daya saing atlet Indonesia di tingkat internasional.
Arahan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara pemberian apresiasi kepada atlet peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Dalam sambutannya, Prabowo menilai olahraga memiliki kaitan erat dengan kehormatan dan kekuatan bangsa. Menurutnya, semangat masyarakat turut mencerminkan kekuatan suatu negara.
“Olahraga adalah kehormatan bangsa, bangsa yang kuat akan mencerminkan bahwa rakyatnya kuat, rakyat yang kuat, rakyat yang semangat. Rakyat yang semangat, bangsa semangat, bangsa tidak dapat ditaklukkan, kita ingin jadi bangsa yang terhormat,” ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada atlet yang telah membawa nama Indonesia dalam kompetisi olahraga tingkat Asia. Ia menyebut perjuangan para atlet sebagai kontribusi dalam menjaga kehormatan bangsa.
“Saudara-saudara putra putri terbaik bangsa, saudara telah berjuang keras untuk membela kehormatan bangsa, untuk itu saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.
Meski mengapresiasi capaian kontingen Indonesia, Prabowo mengingatkan agar hasil tersebut tidak membuat para atlet dan pengelola olahraga cepat berpuas diri. Ia meminta seluruh pihak terus meningkatkan upaya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Kita tidak boleh cepat puas, kita negara keempat terbesar di dunia, kita harus berjuang lebih keras lagi,” kata Prabowo.
Prabowo minta sekolah diperkuat sebagai fondasi pembinaan atlet
Untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga, Prabowo menginstruksikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperkuat sistem pembinaan atlet dalam jangka panjang. Pembinaan tersebut, menurutnya, perlu dimulai sejak anak-anak melalui lingkungan pendidikan.
“Kita harus membina dari anak-anak SD, untuk itu sekolah-sekolah akan kita perbaiki di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Selain peningkatan kualitas sekolah, Presiden mengarahkan agar setiap kabupaten memiliki sekolah unggulan. Pemerintah juga diminta memperbaiki kualitas sekolah di tingkat kecamatan dan menyediakan fasilitas olahraga yang memadai.
Melalui langkah tersebut, potensi generasi muda di berbagai daerah diharapkan dapat dikenali dan dikembangkan sejak dini.
Prestasi Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2026
Arahan penguatan pembinaan atlet disampaikan setelah kontingen Indonesia mencatatkan capaian di Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Pada Asian Games, Indonesia meraih lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu, dengan total 39 medali. Perolehan tersebut melampaui target awal empat medali emas.
Sementara itu, di Asian Para Games, kontingen Indonesia mengumpulkan 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu atau total 73 medali. Hasil tersebut juga melampaui target tujuh medali emas.
Prabowo menegaskan, pemberian bonus kepada atlet dan pelatih merupakan bentuk penghargaan negara atas kerja keras serta pengorbanan mereka selama menjalani persiapan dan kompetisi.
“Bonus bukan sekadar hadiah, bonus adalah pengakuan, penghargaan atas jerih payah saudara-saudara,” ujar Presiden.
Pada akhir sambutannya, Prabowo mengajak para pemimpin dan pengelola olahraga bekerja sama menyusun sistem pembinaan yang lebih terstruktur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi olahraga nasional dan mendukung peningkatan prestasi atlet Indonesia.
“Terima kasih perjuangan kalian, terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia, berjuang terus, berprestasi terus, Indonesia harus jadi bangsa yang menang,” kata Prabowo.
