Polisi Pulangkan Sejumlah Orang yang Diamankan Saat Demo Ricuh di DPRD DIY
WartaCuan.com - Polisi telah memulangkan sejumlah orang yang sempat diamankan saat unjuk rasa di gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (20/10/2026). Mereka dipulangkan pada Rabu (21/10/2026) dini hari setelah sebelumnya berada di lokasi gedung DPRD DIY.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengatakan orang-orang tersebut tidak dibawa ke kantor Polresta Yogyakarta. Mereka berada di gedung DPRD DIY hingga akhirnya dipulangkan sekitar pukul 03.15–03.30 WIB.
“Itu kan semalam kan ada yang diamankan, tapi tadi pagi sudah langsung dipulangkan,” kata Dani saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, proses pengamanan berlangsung di kompleks DPRD DIY, bukan di kantor kepolisian.
“Ya jadi enggak dibawa ke kantor, itu di DPRD itu,” kata dia.
Dani mengaku belum memperoleh data terperinci mengenai jumlah orang yang sempat diamankan dalam aksi tersebut.
“Diamankan di DPRD itu, di lokasi itu. Kemudian tadi pagi sekitar jam 3.15, 03.30 itu, ya jam 3.15, antara itu sudah dipulangkan,” ujarnya.
Demo DPRD DIY Berujung Ricuh
Sebelumnya, unjuk rasa di gedung DPRD DIY pada Selasa malam berakhir ricuh. Berdasarkan keterangan polisi, keributan dipicu oleh aksi pelemparan batu dan penyalaan petasan.
Sebelum situasi memanas, massa sempat berdialog dengan pimpinan fraksi di DPRD DIY. Namun, pembicaraan tidak mencapai kesepakatan karena massa meminta agar diperbolehkan masuk ke ruang rapat DPRD.
Setelah dialog menemui jalan buntu, aksi pelemparan batu terjadi. Lemparan tersebut dilaporkan mengarah ke warga dan memicu emosi hingga kericuhan pecah sekitar pukul 21.30 WIB.
Pantauan Kompas.com menunjukkan sejumlah orang diamankan polisi dan mendapat pertolongan medis. Mereka juga dimintai keterangan di lobi gedung DPRD DIY.
DPRD Mengaku Siap Terima Aspirasi Massa
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, mengatakan pihaknya sebenarnya telah bersiap menerima perwakilan massa sebelum kericuhan terjadi. Namun, ia menyebut pihaknya tidak dapat menjamin keamanan apabila seluruh massa memaksa masuk ke dalam gedung.
“Kami siap menerima aspirasi mereka tetapi perwakilan. Kami tidak bisa menjamin keamanan ketika mereka mau masuk ke dalam,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Andriana juga mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana kericuhan mulai terjadi.
“Tapi di belakang kok tahu-tahu ada terdengar, terdengar dor-dor tadi, kami enggak tahu. Tahu-tahu kami ke sini ternyata teman-teman mahasiswa sudah mulai merangsek ke luar,” imbuh dia.
