Minggu, 01 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Nasional
Nasional

Kemensos Masih Kekurangan 13 Ribu SDM Sekolah Rakyat, Ini Upaya Pemenuhannya

✍️ Fajar Hidayat 🕒 28 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Foto: KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati

WartaCuan.com - Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat. Hingga kini, kebutuhan tenaga pendidik dan pendamping siswa masih menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar serta layanan di asrama dapat berjalan optimal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kebutuhan SDM Sekolah Rakyat mencapai lebih dari 13.000 orang. Jumlah tersebut mencakup berbagai posisi, mulai dari guru, wali asuh, wali asrama, hingga tenaga pendukung seperti petugas keamanan, juru masak, dan petugas kebersihan.

"Masih adanya kekurangan wali asuh, guru, dan wali asrama. Ini terus kami cukupi agar seluruh kegiatan bisa berjalan dengan baik," kata Gus Ipul dalam peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Menurut Gus Ipul, pemenuhan tenaga pendidik dan pendamping menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menyediakan pendampingan selama mereka menjalani aktivitas di sekolah maupun asrama.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemensos melakukan perekrutan melalui mekanisme tes dan seleksi terbuka. Sambil menunggu tenaga baru tersedia, kementerian memanfaatkan personel internal, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan unsur pilar sosial lainnya.

"Semuanya melalui tes dan seleksi terbuka," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, personel yang sementara diperbantukan akan kembali menjalankan tugas semula setelah tenaga hasil seleksi tersedia dan kebutuhan SDM Sekolah Rakyat terpenuhi.

Proses pemenuhan tenaga kerja juga disesuaikan dengan kebutuhan setiap sekolah. Sejumlah pertimbangan yang digunakan antara lain jumlah kelas, ketersediaan fasilitas, serta sarana pendukung kegiatan pendidikan.

Kemensos berencana melanjutkan seleksi tenaga Sekolah Rakyat secara berkala setiap tahun. Upaya tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan personel secara bertahap sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pendampingan bagi para siswa.

FH
Fajar HidayatRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update