Fadli Zon Dorong Akses Film Lebih Luas dan Pengembangan Talenta Perfilman
WartaCuan.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong perluasan akses masyarakat terhadap film dan pengembangan sumber daya manusia untuk memperkuat industri perfilman Indonesia. Kedua upaya tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem sinema yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.
Dalam sambutannya pada pembukaan Jakarta Film Week 2026 di CGV Grand Indonesia, Rabu (21/10/2026), Fadli menekankan pentingnya memperluas kesempatan masyarakat untuk menikmati film sekaligus meningkatkan apresiasi dan partisipasi budaya.
“Kita juga harus memastikan bahwa sinema dapat diakses oleh lebih banyak orang, memperluas akses masyarakat terhadap pemutaran film. Mendorong apresiasi dan memperkuat partisipasi budaya merupakan hal penting membangun budaya perfilman yang inklusif,” ujarnya.
Menurut Fadli, sinema perlu menjangkau masyarakat di berbagai wilayah dan komunitas. Dengan akses yang lebih luas, masyarakat dapat mengenal beragam perspektif melalui cerita yang merefleksikan kehidupan sosial.
Ia juga menilai festival film, termasuk Jakarta Film Week, memiliki peran lebih dari sekadar ruang pemutaran karya. Festival menjadi tempat pertemuan sineas, produser, distributor, talenta baru, dan penonton untuk membangun jejaring serta membuka peluang kolaborasi.
Selain memperluas akses penonton, pemerintah turut mendorong pengembangan talenta di berbagai bidang perfilman, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, akting, sinematografi, penyuntingan, desain suara, animasi, produksi, hingga pelestarian film.
“Masa depan sinema Indonesia bergantung pada pengembangan talenta di seluruh bidang perfilman. Mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, akting, dan sinematografi hingga penyuntingan, desain suara, animasi, produksi, serta pelestarian film,” katanya.
Fadli menyebut pendidikan dan pelatihan profesional diperlukan untuk mempersiapkan generasi baru sineas. Menurutnya, pendampingan dan kolaborasi internasional juga dibutuhkan agar pelaku perfilman Indonesia dapat bersaing sekaligus bekerja sama di tingkat global.
“Investasi dalam pendidikan, pelatihan profesional, pendampingan, dan kolaborasi internasional akan membantu. Upaya ini dapat melahirkan generasi baru sineas yang mampu bersaing sekaligus berkolaborasi di tingkat global,” ucapnya.
Ia menambahkan, perkembangan industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Kreativitas sineas dan meningkatnya apresiasi penonton dalam negeri menjadi bagian dari perkembangan tersebut.
“Kami meyakini kekayaan keberagaman budaya Indonesia, yang dipadukan dengan talenta dan inovasi para sineas, menjadi landasan kuat. Sebuah landasan bagi Indonesia untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia perfilman,” katanya.
Fadli mengatakan, penguatan industri perfilman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sineas, pelaku industri, lembaga pendidikan, komunitas budaya, hingga penonton. Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, berkomitmen membangun kemitraan dan memperluas kesempatan bagi perkembangan perfilman Indonesia.
Jakarta Film Week 2026 berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dengan mengusung tema Encounters. Sejumlah lokasi penyelenggaraan festival ini antara lain CGV Grand Indonesia, CGV fX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh, dan beberapa lokasi lainnya di Jakarta.
