Minggu, 01 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Teknologi
Teknologi

Dari CN235 hingga Semikonduktor, Ini Strategi Airlangga Dorong Industri Teknologi RI

✍️ Fajar Hidayat 🕒 20 Oct 2026 👁️ 22x dibaca
Menkoperekonomian, Airlangga Hartarto
Menkoperekonomian, Airlangga Hartarto Foto: Istimewa

WartaCuan.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan industri teknologi strategis, termasuk dirgantara dan semikonduktor. Ia menyinggung pengalaman pengembangan pesawat CN235 yang menurutnya menghadapi hambatan, termasuk larangan yang disebut berasal dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Airlangga menceritakan, pengembangan CN235 sempat menjadi terobosan bagi industri penerbangan nasional. Ketika Indonesia berencana meningkatkan kapasitas pesawat hingga 100 penumpang, langkah tersebut disebutnya mengejutkan dunia.

"Nah, pada waktu kita kembangkan CN235, itu terobosan. Dan masalah turboprop dan jet engine, tidak persoalan karena turboprop dan jet engine juga relatif maju bersama. Dan pada saat kita mau mendorong ke 100 penumpang, dunia kaget," ujar Airlangga di Bappenas pada Senin (19/10/2026).

Ia kemudian mengungkapkan bahwa IMF disebut pernah meminta Indonesia tidak mengembangkan industri pesawat terbang.

"Dan waktu itu IMF mengatakan Indonesia enggak boleh punya industri pesawat terbang karena ini industri yang apa? dekat dengan masyarakat," dia menambahkan.

Menurut Airlangga, pengembangan pesawat berkapasitas 100 penumpang berpotensi membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat industri dirgantara nasional agar mampu bersaing di pasar global. Pesawat dengan kapasitas tersebut juga dinilai dapat membantu menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah.

Airlangga turut menyoroti panjangnya waktu tunggu pemesanan pesawat dari produsen global sebagai peluang bagi Indonesia untuk kembali mengembangkan industri penerbangannya.

"Airbus maupun Boeing kalau kita mau pesan pesawat itu, itu backlog. Backlog-nya bisa 10 tahun. Nah, oleh karena itu ini adalah kesempatan bagi kita untuk revitalisasi industri," kata Airlangga.

Selain industri dirgantara, pemerintah juga berupaya memperluas peran Indonesia dalam industri semikonduktor. Salah satu langkah yang disampaikan Airlangga adalah penjajakan kerja sama dengan Arm Ltd., perusahaan perancang semikonduktor asal Inggris.

"Kita akan mendorong mesin pertumbuhan digitalisasi, semikonduktor, dan AI. Pemerintah untuk pertama kali bekerjasama dengan perusahaan desainer semikonduktor dari Inggris yang bernamanya ARM," kata Airlangga dalam paparannya di Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (27/8/2026).

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah menargetkan penyerapan 15.000 tenaga kerja dalam tiga tahun di ekosistem semikonduktor.

"Kami menargetkan akan ada 15.000 tenaga kerja dalam 3 tahun yang akan bekerja dalam ekosistem semikonduktor," terang Airlangga.

Ia juga menyinggung pengalaman Korea Selatan dan Malaysia yang disebut memperoleh dukungan Arm dalam mengembangkan ekosistem semikonduktor. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk menempuh langkah serupa.

"Dulu ARM membantu Korea Selatan dan Malaysia untuk mendukung industri semikonduktor ini, seharusnya Indonesia juga bisa," tegas Airlangga.

FH
Fajar HidayatRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update