Bill Gates Prediksi AI dan Robot Gantikan Banyak Pekerjaan, dari Akuntansi hingga Operasi
WartaCuan.com - Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperkirakan kecerdasan buatan (AI) dan robotika akan membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Sejumlah profesi, mulai dari layanan pelanggan, penjualan jarak jauh, hingga akuntansi, berpotensi digantikan teknologi yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, murah, dan akurat. Bahkan, pekerjaan fisik seperti membangun rumah, menanam pangan, hingga melakukan operasi bedah juga diperkirakan dapat ditangani robot.
Pandangan tersebut disampaikan Gates saat berbincang dengan pemimpin redaksi The Verge, Nilay Patel, dalam podcast Decoder yang ditayangkan di YouTube pada 22 Oktober 2026. Menurutnya, dampak perkembangan teknologi tidak hanya menyentuh pekerja kantoran, tetapi juga tenaga kerja yang mengandalkan kemampuan fisik.
Gates menilai pekerjaan kerah putih (white-collar) menjadi salah satu bidang yang berpotensi mengalami perubahan signifikan. Pekerjaan seperti layanan dukungan jarak jauh (telesupport), penjualan jarak jauh (telesales), dan akuntansi termasuk profesi yang dapat diambil alih oleh AI.
Kemampuan teknologi untuk bekerja dengan biaya lebih rendah dan efisiensi lebih tinggi dinilai berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga manusia pada sejumlah posisi.
"Kemampuan AI untuk mengerjakan pekerjaan itu dengan biaya jauh lebih murah, jauh lebih cepat, dan bahkan lebih akurat akan membuat pekerjaan tersebut hilang," kata Gates.
Robot Juga Berpotensi Menggantikan Pekerjaan Fisik
Menurut Gates, dampak perkembangan AI tidak terbatas pada pekerjaan administratif maupun profesional. Kemajuan robot humanoid juga berpotensi mengubah pekerjaan kerah biru (blue-collar), termasuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik dan keterampilan teknis.
Ia memperkirakan robot di masa mendatang dapat menjalankan beragam tugas, mulai dari membangun rumah dan menanam pangan hingga melakukan prosedur medis seperti operasi bedah.
"Jika tidak memilih untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan ini secara besar-besaran, kita akan memiliki robot yang bisa membangun rumah, menanam pangan, dan melakukan operasi bedah," ujar Gates.
Meski teknologi diperkirakan mengambil alih sebagian pekerjaan, Gates meyakini manusia tetap memiliki peran dalam kehidupan dan dunia kerja. Ia memandang pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan juga bagian dari pembentukan tujuan hidup, rutinitas, hubungan sosial, dan ruang untuk mengekspresikan kreativitas.
Dalam gambaran masa depan tersebut, manusia dapat memilih pekerjaan atau aktivitas yang ingin diserahkan kepada AI dan robot, serta kegiatan yang tetap ingin dilakukan sendiri. Seni, olahraga, memasak, dan pengasuhan anak menjadi sejumlah contoh aktivitas yang masih dapat dijalankan manusia secara langsung.
Bill Gates Perkirakan Era Kelimpahan AI dalam 20 Tahun
Gates juga memperkirakan perkembangan AI dan robotika dapat membawa masyarakat menuju era true abundance atau kelimpahan sejati. Dalam kondisi ini, teknologi diharapkan meningkatkan kemampuan manusia dalam memproduksi barang dan menyediakan layanan.
Namun, ia memperkirakan transformasi menuju era tersebut masih membutuhkan waktu sekitar 20 tahun.
Selama masa peralihan, perkembangan AI berpotensi memicu perubahan besar di berbagai sektor. Sebagian perusahaan dan individu dapat memperoleh manfaat dari peningkatan produktivitas, sementara pihak lain berisiko terdampak akibat perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Karena itu, kesiapan menghadapi transformasi teknologi menjadi hal penting. Perkembangan AI tidak hanya berpotensi mengubah jenis pekerjaan yang tersedia, tetapi juga memengaruhi cara manusia bekerja dan menentukan perannya di masa depan.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Business Insider, prediksi Gates tersebut menggambarkan potensi perubahan dunia kerja seiring kemajuan AI dan robotika. Meski demikian, waktu penerapan serta dampaknya terhadap masing-masing profesi akan bergantung pada perkembangan teknologi dan cara masyarakat serta dunia usaha mengadopsinya.
