BIGBANG Gelar Konser di Sydney, TMGM Perluas Sponsorship Global ke Industri Musik
WartaCuan.com - TMGM ditunjuk sebagai Sponsor Resmi Perdagangan Finansial Online untuk tur dunia BIGBANG 2026–2027 bertajuk WORLD TOUR <XX : COSMOS> di Sydney, Australia. Kemitraan ini mempertemukan broker finansial global yang didirikan di Sydney dengan grup K-pop BIGBANG yang tengah memperingati 20 tahun perjalanan karier mereka.
Konser tersebut dijadwalkan berlangsung di Accor Stadium pada 31 Oktober 2026. Acara ini disebut sebagai bagian dari tur dunia pertama BIGBANG sejak 2017, sekaligus menandai dua dekade sejak debut grup asal Korea Selatan itu. Tur tersebut mencakup sejumlah kawasan, termasuk Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Oseania.
Kemitraan dengan BIGBANG menjadi bagian dari perluasan strategi sponsorship internasional TMGM ke sektor hiburan langsung. Sejak didirikan di Sydney pada 2013, perusahaan tersebut memanfaatkan berbagai kemitraan internasional untuk memperluas pengenalan merek di luar industri keuangan, dengan olahraga sebagai salah satu fokus portofolionya.
Kolaborasi dengan BIGBANG membawa pendekatan baru melalui industri musik dan budaya populer. Selama dua dekade, grup tersebut telah membangun basis penggemar internasional serta memiliki pengaruh dalam dunia musik, mode, dan budaya populer.
Perwakilan TMGM mengatakan kemitraan tersebut memiliki arti khusus karena berlangsung di Sydney, kota tempat perusahaan itu didirikan.
"Selama 20 tahun terakhir, BIGBANG telah membangun reputasi dan pengaruh yang melampaui dunia musik," kata perwakilan TMGM. "Kemitraan ini terasa istimewa karena berlangsung di Sydney, kota tempat TMGM didirikan. Sejalan dengan ekspansi global, kami ingin setiap kemitraan dapat mencerminkan karakter audiens dan pasar yang kami layani di berbagai belahan dunia."
TMGM Group berdiri di Sydney, Australia, pada 2013. Perusahaan ini juga tercatat sebagai Mitra Regional Resmi Chelsea Football Club.
Sebagai broker yang menyediakan akses perdagangan berbagai instrumen keuangan global, TMGM menyatakan berada di bawah pengawasan sejumlah regulator, termasuk Australian Securities and Investments Commission (ASIC) di Australia, Vanuatu Financial Services Commission (VFSC), Financial Services Commission (FSC) Mauritius, dan Financial Services Authority (FSA) Seychelles.
