Minggu, 01 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bank Mandiri Raup Laba Rp45,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tumbuh 20,7%

✍️ Fajar Hidayat 🕒 23 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Menara Livin Mandiri.
Menara Livin Mandiri. Foto: Tangkapan Layar Youtube/Bank Mandiri

WartaCuan.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut meningkat 20,7% secara tahunan (year on year/YoY), didukung pertumbuhan kredit, peningkatan transaksi digital, serta perbaikan produktivitas operasional.

"Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas yang terus membaik. Bagi kami yang terpenting bukan hanya pertumbuhan laba, tapi juga kualitas dan keberlanjutan dalam jangka panjang," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (23/10/2026).

Sejalan dengan peningkatan laba, penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan juga mencatat pertumbuhan positif. Secara bank only, kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16% YoY. Sementara itu, DPK meningkat 17,7% YoY menjadi Rp1.750,2 triliun.

Total aset perseroan turut meningkat menjadi Rp2.404,1 triliun hingga akhir kuartal III 2026, atau tumbuh 20,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kredit korporasi tumbuh 22%

Ekspansi kredit Bank Mandiri menjangkau berbagai segmen usaha, mulai dari korporasi hingga usaha mikro dan konsumer. Strategi tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional, termasuk pembiayaan pembangunan dan layanan publik, penguatan daya saing pelaku usaha, serta perluasan akses pendanaan bagi usaha produktif.

Dari sisi bisnis, kredit korporasi Bank Mandiri mencapai Rp700 triliun per September 2026, meningkat 22% YoY. Sementara itu, kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen small and medium enterprises (SME), mikro, dan konsumer tercatat sebesar Rp174 triliun, tumbuh 9% YoY.

Pada segmen mikro, kredit non-subsidi mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran pembiayaan tersebut telah menjangkau 37 provinsi dan menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas akses pendanaan di berbagai daerah.

Pertumbuhan kredit di sejumlah segmen tersebut memperlihatkan perluasan kegiatan bisnis perseroan, baik pada pembiayaan perusahaan besar maupun pelaku usaha yang membutuhkan akses modal untuk mengembangkan kegiatan produktif.

Efisiensi operasional semakin membaik

Selain ekspansi kredit, perbaikan efisiensi operasional turut mendukung peningkatan profitabilitas Bank Mandiri. Rasio cost to income ratio (CIR) secara bank only turun menjadi 36,1% per September 2026, dibandingkan 43% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan CIR menunjukkan bahwa beban operasional relatif terhadap pendapatan semakin rendah. Perbaikan ini menjadi salah satu indikator peningkatan produktivitas perseroan di tengah pertumbuhan bisnis.

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto secara bank only membaik menjadi 0,98% per September 2026, dari 1,03% setahun sebelumnya.

Rasio kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (SML) juga turun menjadi 2,88%, dibandingkan 3,35% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, NPL coverage ratio tercatat sebesar 243%, dengan cost of credit sebesar 0,55%.

Indikator tersebut menjadi bagian dari gambaran kualitas portofolio kredit perseroan di tengah ekspansi pembiayaan. Pengelolaan risiko tetap menjadi aspek penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Permodalan dukung kelanjutan ekspansi

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri secara bank only berada di level 18,4% per September 2026.

Posisi permodalan tersebut menjadi salah satu penopang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dengan pertumbuhan laba, peningkatan penyaluran kredit, efisiensi operasional, serta indikator kualitas aset yang membaik, Bank Mandiri mencatat kinerja positif hingga kuartal III 2026. Perseroan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

FH
Fajar HidayatRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update